Jumat, 10 Mei 2013

"HIDUP TENANG, SENANG DAN NYAMAN".


Tujuan hidup paling mendasar setiap insan adalah menghindari penderitaan, meraih kebahagiaan. Segala upaya dan ikhtiar pun dilakukan, terkadang tanpa mengenal waktu dan tempat. Perjuangan dimulai dari menimba ilmu, bekerja, berkarya, menikah dan seterusnya. Kesemuanya itu bermuara pada satu hal: rindu kedatangan bahagia dan enggan bertemu derita. Inilah fenomena dan pemandangan yang akrab terjadi dalam dunia nyata. Jika dipersempit, tujuan mendasar hidup manusia bermuara pada satu tujuan yaitu: hidup tenang, senang dan nyaman.

Definisi Tenang, Senang & Nyaman

Pemahaman terhadap subjudul ini sangat relatif. Ia berbeda buat setiap orang. Tenang menurut seorang petani adalah jika ia tidak punya hutang. Dengan tidak berhutang hidupnya akan senang dan nyaman karena tidak dikejar-kejar rentenir. Hal berbeda terjadi buat seorang pengusaha. Tanpa berhutang, ia tidak akan tenang karena usahanya sulit untuk berkembang karena kekurangan modal. Usaha yang tidak berkembang tentu akan menghambat pendapatan perusahaan. Profit yang terkendala akan membuat hidupnya jauh dari senang apalagi nyaman karena tidak bisa menangguk keuntungan yang besar. 

Contoh lain soal perbedaan persepsi ini terjadi pada kehidupan para politisi dan akademisi. Bisa menjadi anggota dewan adalah sebuah ketenangan, kesenangan dan kenyamanan hidup yang luar biasa buat mereka yang memang hobi bermain politik praktis dan aktif. Namun tidak demikian buat seorang akademisi. Buat mereka, konsep hidup seperti itu hanya bisa didapatkan dari kehidupan yang tidak bersinggungan dengan politik praktis yang hanya menambah kegaduhan dan kegalauan batin sepanjang malam. Mengapa demikian? Karena nurani sering mati saat ketua umum partai sudah bertitah. Meminjam istilah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, “jika ketua partai bilang kucing itu anjing, anda harus bilang itu anjing.” Sungguh sebuah konflik batin yang luar biasa. Maka buat para akademisi, hidup macam itu pasti tidak tenang, senang apalagi nyaman.

Inti dari dua contoh besar di atas menggambarkan betapa konsep hidup tenang, senang dan bahagia itu sangat relatif. Tergantung untuk siapa, dimana dan dalam kondisi apa. Tidak ada satu definisi pun yang bisa mewakili semuanya. 

Kiat Meraih Hidup Tenang, Senang dan Nyaman

Untuk meraih hidup seperti judul di atas, paling sedikit ada tiga cara.

Pertama, hiduplah sesuai passion. 
Setiap orang punya kecenderungan (passion/bakat). Ada yang suka ini. Ada juga yang suka itu. Sepanjang positif, kembangkanlah. Disana ada kesenangan yang akan menghasilkan ketenangan dan kenyamanan hidup. Intinya, jangan meniru orang lain. Apa yang disukai, kembangkanlah. 

Kedua, hiduplah dengan jujur. 
Orang jujur hidupnya akan dekat dengan mujur. Yang tidak jujur akan ajur (hancur). Orang jujur walau rejeki belum tiba, bencana sudah menjauh. Dengan kejujuran, tidak perlu ada kekhawatiran dipecat atasan, diciduk penegak hukum atau dibui di balik terali besi. Dengan tidak terjadinya kondisi itu, bukankah hidup akan menjadi tenang, senang dan nyaman? Tidak perlu ada detakan jantung yang lebih keras saat polisi melintas di depan rumah padahal ia hanya sekadar memastikan keamanan lingkungan warga, bukan menyasar anda.

Ketiga, hiduplah dengan cinta.
Kehidupan di bumi ini berawal dan berlangsung sampai kini karena cinta. Dengan cinta kehidupan manusia dimulai. Lebih jauh, dengan cinta tidak ada perbedaan agama, keyakinan, bahasa, wilayah yang bisa memicu dan memacu pertikaian yang tidak berujung. Dengan cinta tidak akan ada konflik horizontal dan vertikal dalam masyarakat yang memusnahkan sendi-sendi kemanusiaan. Berbasis cinta pula, konflik rumah tangga tidak akan terpicu. 

Marilah hidup sesuai bakat, jujur dan penuh cinta agar ketenangan, kesenangan dan kenyamanan bertandang dalam kehidupan nyata kini dan nanti.***

Penulis adalah Komunikator No. 1 Indonesia, Pelatih & Penulis Buku, tinggal di Jakarta, Twitter: @PonijanLiaw, www.ponijanliaw.com.



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca tulisan2 di blog ini.
Selanjutnya, silahkan tinggalkan jejak kamu diblog ini
dengan menuliskan komentar kamu di "kotak komentar" yang sudah tersedia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KOMENTAR LEWAT FACEBOOK