Selasa, 30 April 2013

"HAKIKAT MEMINTA MAAF DAN MEMAAFKAN".

"MEMINTA MAAF DENGAN IKHLAS".
Minta maaflah dengan ikhlas. Jika minta maaf sudah ikhlas, maka kamu tidak akan terikat pada hasilnya, entah dimaafkan entah tidak. Jika kita minta maaf dengan tujuan supaya dimaafkan, maka itu belumlah ikhlas.
 
Seringkali orang akan kembali marah ketika permohonan maafnya tidak diterima dan baru senang ketika kata maafnya diterima. Ini adalah permohonan maaf yang terikat pada hasil. Ini masih belum ikhlas. Maka minta maaflah sepenuh hati, lalu ijinkan dan hormati apa pun reaksinya.

"MEMAAFKAN DENGAN TULUS/TANPA SYARAT".
Saat kita sudah benar2 memaafkan kesalahan orang lain, maka lewat kata maaf itu kita berarti menerima kesalahannya. Dan jika dia mengulangi lagi kesalahan itu, berarti kita belum memaafkannya, karena masih melihatnya sebagai sebuah kesalahan. 

Memaafkan yang benar (meski agak sulit) adalah memaafkan dengan tidak lagi melihat hal itu sebagai kesalahan. Jika memaafkan disertai kata "kumaafkan kau asalkan..........", maka itu adalah kata maaf yang tidak tulus, masih disertai syarat. 
Itu mirip dengan cinta bersyarat (conditional love), dimana hanya ada cinta jika........." Tapi kata "maaf dan cinta yang tulus", tidak berisi syarat apa2.
(@Mustika Wayan)


(Sumber : https://www.facebook.com/groups/inspirasi.kaizen/permalink/383550405048399/)

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca tulisan2 di blog ini.
Selanjutnya, silahkan tinggalkan jejak kamu diblog ini
dengan menuliskan komentar kamu di "kotak komentar" yang sudah tersedia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KOMENTAR LEWAT FACEBOOK