Selasa, 28 Januari 2025

Buah Kebaikan #Day28

Buah Kebaikan

Suatu hari diceritakan ada sebuah rumah di tengah hutan yang dihuni oleh seorang ibu dan anak. Anak dari ibu tersebut terbilang masih dalam usia kecil. Pada waktu berikutnya anak tersebut berada di halaman rumah untuk bermain.

Pada saat yang bersamaan datanglah seekor rusa. Rusa tersebut berusaha memasukkan tanduknya ke dalam pakaian sang anak kecil tadi. Sehingga anak kecil tersebut seperti terangkat di atas tanduk rusa. Seketika anak tersebut ketakutan terhadap rusa dan menangis sambil berteriak memanggil ibunya.

Secara refleks sang ibu keluar dari rumah dan mulai melihat yang terjadi. Tak disangka anak tersebut sudah dibawa lari ke dalam hutan oleh rusa. Sang ibu sekuat tenaga berusaha mengejar rusa tersebut masuk ke dalam hutan.

Namun sampai di dalam hutan, anak kecil yang dibawa rusa tersebut sudah berada di area rerumputan luas dan bermain seperti biasanya. Sang ibu begitu bahagia telah menemukan anaknya dan mulai menggendong anaknya.

Mereka kembali pulang ke rumah yang ditinggali. Namun apa yang terjadi, ternyata rumah tersebut telah tertimpa oleh pohon besar. Tentunya kondisi rumah tersebut menjadi rata luluh rantak. Sang ibu mulai berpikir jika ia masih di dalam tanpa mengejar sang anak apa yang akan terjadi padanya.

Seketika ia ingat pada beberapa tahun sebelumnya ia menyelamatkan anak rusa dari incaran pemburu. Ibu tersebut menutupi anak rusa dengan berbagai macam kain agar tak ketahuan oleh para pemburu. Ketika para pemburu sudah tiada di tempat tersebut, sang ibu mulai mengambil kain yang menutupi rusa dan mulai melepaskan rusa tersebut ke dalam hutan.

Tanpa disangka jika rusa yang membawa anaknya tadi adalah anak rusa yang telah ia selamatkan dulu. Seakan-akan anak rusa tersebut berusaha untuk mengucapkan terima kasih kepada sang ibu dengan cara membawa anaknya lari ke hutan untuk menyelamatkan keluarga ibu dari hatman pohon tumbang.

Dari kejadian tersebut ibu berkata kepada sang anak jika membantu semua makhluk ciptaan Tuhan meski sekecil apa pun kelak tetap akan berbalik pada diri kita.

Dari cerita kecil tersebut kita juga bisa belajar bagaimana pentingnya untuk membantu makhluk Tuhan tanpa membedakan hal apa pun. Sebab semua benih kebaikan yang kita tanamkan kelak akan kita tuai di kemudian hari.

Jika tidak kita yang menuai, mungkin yang akan menuai adalah anak cucu kita kelak. Tidak akan rugi untuk membantu ciptaan Tuhan. Oleh karena itu jangan ragu untuk membagi kebaikan seperti yang dirangkum di buku “Chicken Soup For The Soul – Berbagi Kebaikan”. Buku ini membagikan 101 kisah inspiratif yang menghangatkan dan menginspirasi.

.

Senin, 27 Januari 2025

Sebuah Lompatan #Day27

Sebuah Lompatan Yang Mengubah Segalanya

Diceritakan  ada sebuah kotak, di mana kotak tersebut ternyata di dalamnya terdapat seekor belalang. Ternyata belalang tersebut sudah berada di dalam kotak tersebut dengan kurun waktu yang begitu lama.

Suatu hari belalang tersebut telah berhasil keluar. Karena sudah keluar dari kotak yang selama ini mengurungnya. Belalang tersebut merasa penuh kebahagiaan dirinya, akhirnya yang selama ini ia nantikan tercapai juga.

Kebahagiaan yang belalang miliki diespresikan lewat lompatan yang dilakukannya kesana-kemari. Hingga suatu saat ia bertemu dengan kawanan belalang lainnya. Di mana belalang yang ia temui ternyata mampu melakukan lompatan yang jauh lebih tinggi dan lebih panjang.

Belalang yang dahulunya di dalam kotak penasaran apa rahasia yang dari lompatan tinggi dan panjang dari belalang lainnya. Dengan penuh rasa penasaran dan keberanian akhirnya belalang yang tadinya dalam kotak tersebut bertanya kepada kawanan lainnya.

“Apa yang membuatmu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dari aku, padahal jika dilihat dari usia dan ukuran tubuh kita masih sama, apa rahasianya ,?” Tanya belalang dengan rasa penasaran. Dengan perkataan tersebut kawanan belalang lainnya merasa terheran-heran dan mulai menjawabnya.

“Selama ini kamu di mana, sudah sewajarnya belalang yang berada di alam bebas bisa melakukan apa yang aku lakukan ini,” jawab belalang dengan lompatan jauh tadi. Seketika jawaban tersebut membuat sadar belalang yang terbebas dari kotak mulai tersadar.

Ia merasa terlalu lama menyerah dengan keadaan, membuang waktu, tidak percaya diri dan penuh ketakutan untuk mencoba.

Tahukah kalian jika kondisi belalang dalam kotak tersebut juga kerap kita alami. Di mana kegagalan, ucapan, cemoohan, tanpa dukungan orang lain dan masih banyak lagi kerap kita alami. Kita kerap kali membatasi diri dan tak berani mencoba karena tidak ada dukungan dari luar.

Kita terlalu terpaku terhadap ucapan orang lain dan mulai mengubah pola pikir kita seakan-akan apa yang belum kita coba pasti akan mendapatkan hasil yang buruk. Sehingga ketika ada orang lain bisa kita mulai penasaran apa rahasianya.

Padahal keberanian, pantang menyerah, sabar dan semangat dalam  keadaan apa pun adalah beberapa faktor yang bisa membuat kita menjadi lebih dekat dengan gerbang kesuksesan, lho. Yuk ubah pola pikir kita untuk lebih berani dalam mengambil langkah awal lebih dekat dengan kata sukses.

Jadi jangan takut untuk mengambil risiko. Kadang kalau tidak mencoba, kita tak tahu akan hasilnya. Seperti yang ditulis oleh Nicholas Marpaung di buku “Kancil Loncat Meloncat Lebih Tinggi”. Buku ini menjelaskan agar kita harus berani “nyebur” dan jangan pilih-pilih dalam pekerjaan agar bisa menggapai kesuksesan yang diharapkan.

.

Minggu, 26 Januari 2025

Kisah Terbentuknya KFC #Day26

Penuh Kerja Keras dan Pantang Menyerah Hingga Terbentuklah KFC

Cerita yang pertama berasal dari restoran makanan cepat saji yang sampai saat ini mudah kalian temukan yaitu KFC. Dibalik keberhasilan KFC hingga saat ini tersimpan sebuah cerita yang bisa menjadi inspirasi kita semua.

Restoran makanan cepat saji seperti KFC tidak akan muncul jika saja kolonel Sanders menyerah dalam hidupnya. Ya kolonel Sanders adalah orang yang menemukan resep renyah ayam goreng milik KFC yang sampai saat ini bisa kalian nikmati dengan mudah.

Pada tahun 1955 ada seorang purnawirawan tentara yang hidup dengan uang pensiunannya. Namun dengan uang pensiunan yang didapatkan oleh kolonel Sanders tersebut tidak akan cukup untuk kehidupannya sehari-hari.

Kolonel Sanders mulai berfikir apakah ada suatu hal yang bisa dijual tanpa mengeluarkan modal kecil bahkan terbilang gratis. Lalu teman kolonel Sanders berkata jika dirinya memiliki sebuah resep ayam goreng yang begitu lezat ketika dinikmati.

Lalu kolonel Sanders mengambil langkah awalnya dengan meninggalkan rumahnya dan mulai menawarkan resep yang ia miliki. Dalam perjalanan usaha menawarkan resep ayam goreng yang dimiliki oleh kolonel Sanders tak selalu memiliki kemudahan tanpa hambatan.

Banyak restoran yang menolaknya, bahkan ada sekitar 1009 restoran menolah resep ayam goreng milik kolonel Sanders. Banyak pemilik restoran memberikan komentar pedas terhadap kolonel Sanders terkait dengan resep yang dimilikinya.

Mereka berkomentar jika resep kolonel Sanders mudah dibuat seperti mencampurkan ayam dengan tepung dan garam. Para pemilik restoran yang menolak resep ayam goreng milik kolonel Sanders juga berkata jika ayam goreng bisa dibuat oleh semua orang.

Meski mendapatkan penolakan demi penolakan tak membuat kolonel Sanders menyerah begitu saja sehingga ada satu restoran memberinya kesempatan. Mulai saat itulah ayam goreng milik kolonel Sanders lebih dikenal luas bahkan hingga saat ini.

Pesan dari kisah kolonel Sanders adalah pantang menyerah dan sealu berusaha penuh keyakinan adalah kunci. Semua akan ada jalan jika kita berusaha, pantang menyerah, yakin dan berdoa. Namun semua akan berhenti tak akan ada jalan jika kita menyerah terhadap keadaan.

Kegigihan kolonel Sanders patut diacungi jempol. Meskipun tidak terlahir dari keluarga pebisnis, atau memiliki keahlian bisnis. Dengan semangat dan strategi yang tepat maka KFC bisa besar seperti ini. Tips untuk jadi gila namun menuai kesuksesan ini bisa Grameds intip di “Bego tapi Bejo Buku Gila Sukses Usaha Tanpa Ijazah” yang memaparkan tips perencanaan bisnis hingga membuat lembar SOP untuk karyawan.

.*Sumber : Gramedia 

Sabtu, 25 Januari 2025

Tidak Ada Waktu Untuk Mengeluh #Day25

Tidak Ada Waktu untuk Mengeluh

Di sebuah desa, ada seorang cendekiawan yang selalu menerima keluhan dari banyak warga tentang berbagai macam hal.


Karena kejadian tersebut terus terjadi berulang-ulang, cendekiawan itu akhirnya mulai mengumpulkan semua orang di desa dan menceritakan sebuah lelucon, ia melakukannya selama berhari-hari dan terus menceritakan lelucon yang sama.


Pada awalnya, para warga desa tertawa terpingkal-pingkal saat mendengar lelucon sang cendekiawan, namun setelah beberapa hari, para warga desa mulai bosan dan bertanya kenapa cendekiawan itu terus menceritakan lelucon yang sama.


Cendekiawan tersebut kemudian berkata “Kalau pada lelucon yang sama saja kalian bisa bosan dan tidak tertawa kembali, kenapa kalian harus mengeluh dan menangis dengan masalah yang sama?


Tanpa sadar, para warga desa selalu mengeluhkan hal yang sama setiap hari tanpa ada tindakan untuk mengubahnya, sama seperti kebanyakan dari kita yang sering kali fokus pada masalah tanpa berpikir untuk mencari cara penyelesaiannya.


Padahal kalau kita berani untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita tentu tidak perlu mengeluh dan menambah kepusingan dalam hidup kita.

.

Jumat, 24 Januari 2025

Siapa Yang Peduli Tentang Uang #Day24

Siapa Yang Peduli Tentang Uang?

Sang murid kemudian menunjukkan sejumlah uang di hadapannya untuk membela diri.

“Tetapi uang yang aku pertaruhkan sedikit sekali, Guru.”

Jawaban yang diberikan oleh Plato adalah sebuah pelajaran sekaligus retorika.

“Aku tidak peduli dengan uang yang kau habiskan. Aku marah pada waktu yang terbuang.”

Jika kamu membuang uang, maka kamu akan kehilangan uang. Namun, jika kamu membuang waktu, maka kamu akan kehilangan bagian terbesar dalam hidupmu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KOMENTAR LEWAT FACEBOOK